او خواهد آمد

 
 

شناخت امام ولی عصر (عج)، وظایف منتظران

 
 

آرشیو مطالب

اسفند 1397

 

نویسندگان

زینب کربلا

 

پیوند های روزانه

بخش های دیگر

فتوبلاگ من
پرسش و پاسخ
یادداشت بازدیدکنندگان
گالری وبلاگ

صفحات وبلاگ

Mahdawiyah dalam Pandangan Imam Khamene\i

جستجو

دوستان من

 

امکانات جانبی

RSS 2.0

 

 

دانشنامه مهدویت

لوگو دوستان

 

Mahdawiyah dalam Pandangan Imam Khamene\i

.Memaknai keberadaan Imam Mahdi afs Keberadaan Imam Mahdi afs merupakan kelanjutan dari pergerakan kenabian dan dakwah Ilahi sejak hari pertama hingga hari ini. Dalam doa Nudbah sejak (maka sebagian dari mereka Engkau tempatkan di surga-Mu), yaitu Nabi Adam, hingga akhirnya (Engkau tutup misi kenabian dan dakwah ini) maka tiba giliran Sang Penutup para nabi saw. Selanjutnya dijelaskan masalah para pengemban wasiat dan keluarga suci beliau, hingga sampai pada Imam Zaman afs. Mereka semua merupakan satu rangkaian. Dan penutup dari dakwah seluruh nabi dan muslih Ilahi, dan dakwah Nabi Penutup adalah Imam Zaman afs. Beliau adalah pewaris dan pemegang janji dakwah mereka dan memenuhi dunia dengan berbagai ilmu pengetahuan yang dibawa oleh para nabi di berbagai kurun waktu dan telah mereka sampaikan kepada umat manusia. Menanti Kelapangan Sebuah penantian, penantian puncak kelapangan yakni jika seorang tengah menyaksikan para taghut dunia tengah melakukan penjarahan, perampokan, dan melanggar hak-hak manusia, maka dia tidak boleh berpikir bahwa semacam inilah yang harus terjadi. Tidak boleh terlintas di benaknya,”tidak ada cara lain, dan kita terpaksa harus menerima keadaan ini.” Ketika dikatakan hendaklah kalian senantiasa menanti kelapangan, bukan berarti hanya menanti puncak kelapangan (yakni berdirinya pemerintahan adil di seluruh dunia), tetapi pengertiannya adalah pada setiap jalan buntu, pasti terdapat jalan keluar dan kelapangan. Al-Faraj berarti kelapangan, jalan terbuka. Dengan selalu menanti kelapangan, kaum muslim belajar bahwa dalam kehidupan tidak ada istilah “jalan buntu” dan tidak dapat diselesaikan, yang mana menjadikan manusia putus asa, diam dan duduk berpangku tangan. Ketika kejahatan dan kezaliman yang menimpa umat manusia telah mencapai puncaknya, maka saat itulah mentari kelapangan pasti akan terbit. Oleh karena itu, di setiap jalan buntu yang terjadi dalam kehidupan manusia juga akan terbit kelapangan ini dan patut untuk dinantikan. Itulah mengapa mereka menganggap menanti kelapangan adalah suatu perbuatan yang paling utama, jelas penantian ini dengan melakukan perbuatan, bukan tanpa perbuatan. Penantian bukanlah duduk berpangku tangan dan diam menanti, sehingga terjadi perubahan. Penantian adalah dengan melakukan perbuatan, melakukan suatu persiapan dan usaha demi memperkuat semangat di dalam hati dan jiwa, di berbagai bidang. Pada dasarnya, penantian semacam ini merupakan penafsiran dari ayat al-Quran yang Mulia dalam surat al-Qashas ayat 5, yang artinya: “Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi).” Atau dalam surat al-A’raf ayat 128, yang artinya: “Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” Hari ini kita menati kelapangan. Yakni menanti kedatangan sebuah kekuatan besar penegak keadilan, dan yang akan mengalahkan kezaliman dan kejahatan yang relatif telah menguasai seluruh umat manusia. Melenyapkan kezaliman dan kejahatan dari muka bumi, dan menyebarkan keadilan di dalam kehidupan umat manusia, sehingga umat manusia dapat merasakan keadilan Disadur dari buku Manusia 250 Tahun: Kompilasi Pesan, Pidato & Tulisan tentang Perjuangan Politik Para Imam Ahlulbait karya Imam Ali Khame


چهارشنبه هشتم اسفند 1397 | بدون نظر

طبقه بندی: بدون دسته 

 

Islam Agama Cinta

Assalamualaikum


چهارشنبه هشتم اسفند 1397 | بدون نظر

طبقه بندی: بدون دسته 

 

مرجع دریافت ابزار و قالب وبلاگ
By Ashoora.ir & Blog Skin